• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    September 2010
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Please make sure the Twitter account is public.

  • Arsip

Berkumpulnya Hari Jum’at dan Hari Raya di Satu Hari

jika telah berkumpul hari jum’at dan hari raya, maka gugurlah (kewajiban) sholat Jum’at bagi orang yang telah sholat Ied:

عن زيد بن أرقم قال: صَلَّى النبيّ صلى الله عليه وسلم الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ فَقَالَ مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ

“Dari Zaid bin Arqom berkata: Nabi Shollallohu’alaihi Wasallama telah sholat ied, kemudian beliau meringankan didalam (pelaksanaan) sholat Jum’at, Beliau bersabda: (Barang siapa berkehendak sholat (jum’at) maka sholat-lah)” -Shohih Ibn Majah 1082-

Dan dianjurkan bagi Imam (mesjid) untuk melaksanakan sholat Jum’at agar orang yang ingin menghadiri sholat Jum’at dapat menghadirinya, serta bagi orang yang tidak hadir pada sholat ied,

عن أبي هريرةعن رسول اللّه صلى الله عليه وسلم أنه قال: قد اجتمع في يومكم هذا عيدان: فمن شاء أجزأه من الجمعة، وإنا مجمعون

“Dari Abu Huroiroh bahwasanya Nabi Shollallohu’alaihi Wasallama bersabda: (sungguh telah berkumpul pada hari ini dua hari raya, maka barang siapa berkehendak (tidak sholat Jum’at) maka (Hari Raya-dengan sholat Ied- pent.) telah mencukupkannya dari (sholat) Jum’at dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengerjakan sholat Jum’at”-Shohih Ibn Majah 1083-

Diterjemahkan dari
“Al-Wajiiz Fii Fiqh Sunnah Wal Kitaab Al-‘Aziiz-Syaikh Abd Al-‘Adhziim Al-Badawiy”
Walloohu muwaffiq ilaa kulli khoirin…

3 Tanggapan

  1. assalamu alaikum…. terimakasih, makalah ini bermanfaat buat kami khususnya dan umat pada umumnya, tapi menurut saya ada satu hal yang harus saya kritisi, berkenaan dengan lafal hadits ” مجمعون ” yang di artikan dengan “mengumpulkan “, menurut saya dari hasil istiqro’ saya, arti yang benar dari
    ” وإنا مجمعون ” adalah “adapun kami megerjakan sholat jum’at” karena kata dasar dari “الجمعة ” adalah “جمّع -يجمّع” nah kenapa di hadits tersebut tidak dikasih tasydid, karena dibeberapa hadits lain juga terkadang tidak dicantumkan tasydidnya, karena tanpa tasydidpun orang arab sudah mengetahui maknanya, dilain sisi dalam kitab Ahkamul Iedain karangan Syaikh Faryabi, beliau membawakan hadits lain yang berbunyi :
    أخبرنا أبو بكر الفريابي ، ثنا قتيبة بن سعيد ، ثنا أبو عوانة ، عن عبد العزيز بن رفيع ، قال : سألت أهل المدينة فقلت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم عشر سنين بالمدينة فما اجتمع عيدان في يوم قالوا : بلى ، قام فحمد الله وأثنى عليه وقال : « إنه قد اجتمع لكم عيدان وقد أصبتم ذكرا وخيرا وإنا مجمعون ، فمن شاء أن يأتينا فليأتنا ، ومن شاء أن يجلس فليجلس » فلقيت ذكوان أبا صالح ، فقال لي مثل ما قال أهل المدينة «
    “dari Abdul Aziz bin Rofi’ ia berkata, saya bertanya pada pada ahlu madinah, “kaliah hidup bersama Rosululloh di Madinah selama 20 tahun, apakah pernah terjadi berkumpulnya dua ied dalam satu hari?” mereka menjawab “ia, pernah, kemudian Rosululloh berdiri dan memuji Alloh lalu berkata ” Telah berkumpul pada hari ini dua hari raya (lewat ) sedangkan kami tetap melaksanakan sholat jum’at, barang siapa berkehendak untuk mendatangi kami (untuk melaksanakan sholat jum’at) maka datanglah, dan siapa yang tidak berkehendak untuk duduk/tidak ikut, maka duduklah. kemudian saya menemui Dakwan ayahnya Sholeh, lantas ia berkata kepadaku sebagaimana yang dikatakan oleh penduduk madinah.
    Disana ada perkataan “وإنا مجمعون ، فمن شاء أن يأتينا فليأتنا “ adapun kami akan mengerjakan sholat jum’at, dan perkataan berikutnya disambung dengan “barang siapa yang hendak mendatangi kami, maka datanglah !” dari sini bisa disimpulkan bahwa “مجمعن “ diartikan dengan “melaksanakan sholat jum’at “ karena tidak munkin Rosululloh tidak melaksanakan sholat jum’at akan tetapi para sahabat disuruh datang.
    Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari shahabat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma:
    « أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقرأ في صلاة الجمعة والعيد بسبح والغاشية، وربما اجتمعا في يوم فقرأ بهما فيهما »
    “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu membaca dalam shalat Jum’at dan shalat ‘Id surat Sabbihis dan surat Al-Ghasyiyah. Terkadang dua ‘Id tersebut bertemu/bertepatan dalam satu hari, maka beliau membaca dua surat tersebut dalam dua shalat (”Id dan Jum’at).” [HR. Muslim no. 878].
    Wallohu a’lam bish showab….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: