• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Oktober 2010
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

Kolesterol

Merupakan alcohol monohidrat; termasuk golongan sterol yang banyak terdapat di jaringan tubuh binatang dan terdapat pada kuning telur, beberapa minyak, lemak, myelin otak, sumsum tulang belakang dan akson, hati, ginjal, dan kelenjar adrenal. Kolesterol disintesis di hati dan merupakan bahan baku empedu normal. Kolesterol merupakan penyusun utama batu empedu dan plak aterosklerotik yang ada di arteri. Kolesterol berperan penting dalam metabolisme, berperan sebagai prekursor untuk berbagai hormon steroid (seperti hormon sexual. Kortikoid adrenal).

Peningkatan kadar kolesterol darah seseorang meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner (coronary heart disease). Dengan menurunkan total kolesterol darah dan kadar kolesterol LDL (low density lipoprotein) dapat menurunkan resiko serangan jantung baik pada seseorang dengan riwayat jantung koroner sebelumnya maupun pada seseorang tanpa gejala apapun. Kadar kolesterol dapat diturunkan dengan mengkonsumsi diet rendah kolesterol dan terutama lemak (asam lemak jenuh) serta tinggi serat; berolahraga secara teratur; dan meminum obat. Obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol kadar kolesterol seperti lovastatin (dan obat “statin” lainnya); niasin; resin asam empedu (co: kolestiramin) dan lainnya.

Kolesterol bersama dengan fosfolipid dan trigliserid merupakan komponen lemak dari lipoprotein. Lipoprotein merupakan struktur/zat kimia di dalam aliran darah yang terdiri dari protein sederhana yang berikatan dengan lemak. Dengan menganalisis konsentrasi dan proporsi dari lipoprotein dalam darah dapat memberikan informasi penting tentang resiko pasien terhadap atherosclerosis, penyakit arteri koroner, dan kematian.
Kolesterol HDL (high-density lipoprotein). Lipoprotein digolongkan menjadi Lipoprotein very low-density (VLDL), low-density (LDL), intermediate-density (IDL), dan high-density (HDL). Peningkatan kadar LDL dan kolesterol total secara langsung meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit jantung koroner (CHD). Karena alasan inilah LDL dinamakan sebagai kolesterol “jahat”. Sebaliknya, peningkatan kadar HDL (kolesterol “baik”) berkaitan dengan penurunan resiko CHD. Program edukasi kolesterol nasional telah mencanangkan kadar LDL yang diinginkan adalah sebesar 70-100 mg/dl atau kurang untuk orang dengan resiko CHD; untuk orang tanpa resiko CHD, kadar LDL yang diinginkan adalah 100 mg/dl atau kurang.

LDL dan total kolesterol yang tinggi merupakan faktor resiko utama penyakit jantung koroner, hal ini telah dibuktikan baik dalam penelitian kohort epidemiologi maupun dari percobaan random terkontrol menggunakan statin. Oleh karena itu, penting kiranya mengatur diet untuk menurunkan konsentrasi kolesterol LDL. Sekitar tiga perempat kolesterol total merupakan kolesterol LDL, maka semakin tinggi kolesterol total maka semakin tinggi pula persentase kolesterol LDL karena kolesterol HDL sangat jarang melebihi 2 mmol/l (dan tidak pernah melampaui 3 mmol//). Kolesterol total orang dewasa sehat berkisar antara 2.6 mmol/l (di dataran tinggi papua newguinea) hingga 7.2 mmol/l (di Finlandia timur). Hanya di Negara dengan rerata kadar kolesterol melebihi 5.2 mmol/l (= 200 mg/dl) –seperti di Britania- kejadian penyakit jantung koroner sering terjadi.

Kolesterol dan Asam lemak

Komponen diet yang mempengaruhi kadar kolesterol LDL bergantung dari jenis lemak. Lemak dalam diet kebanyakan terdapat dalam bentuk trigliserida (triasilgliserol). Kandungan asam lemak terbanyak menentukan efek dari lemak tersebut. Asam lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol LDL; asam lemak jenuh tersebut antara lain asam laurat, miristat dan palmitat. Asam palmitat memiliki potensi meningkatkan kolesterol LDL yang paling rendah namun merupakan asam lemak jenuh terbanyak dalam makanan. Asam stearat tidak berefek atau hanya memiliki sedikit efek dalam peningkatan kolesterol.

Asam lemak tidak jenuh rantai tunggal, contohnya asam oleat, mempunyai efek menengah dalam peningkatan kolesterol LDL; lebih rendah daripada asam lemak jenuh, namun tidak serendah asam linoleat.

Asam lemak tak jenuh rantai ganda – Polyunsaturated fatty acids (PUFA), (dengan ikatan ganda dua atau lebih) dapat menurunkan kolesterol LDL. PUFA terbanyak dalam makanan adalah asam linoleat yang masuk dalam famili omega 6 (angka yang menunjukkan ikatan ganda pertama yang dihitung dari ujung asam non karboksil). Seri omega 3 PUFA lebih sedikit terdapat dalam makanan, contohnya asam linolenat biasa terdapat dalam tumbuh-tumbuhan dan minyak sayur, asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) kebanyakan terdapat dari lemak ikan dan minyak ikan. Efek penurunan kolesterol dari omega 3 PUFA kurang penting jika dibandingkan khasiat lainnya.

Asam lemak tak jenuh biasanya normalnya berada dalam konfigurasi “cis”, dan apabila konfigurasi tersebut berubah menjadi “trans” maka asam lemak tersebut akan memiliki efek biologis serupa dengan asam lemak jenuh. Asam lemak trans ini dapat ditemui dalam makanan yang diproduksi melalui proses hidrogenasi, contohnya dalam membuat margarine keras (margarine model lama)

Diet Kolesterol dan Pitosterol

Kolesterol hanya ditemukan didalam makanan daging. Diet kolesterol hanya memiliki efek peningkatan kolesterol plasma yang sedikit dibandingkan dengan asam lemak jenuh. Hal ini karena hanya sekitar setengah dari kolesterol berasal dari diet dan setengahnya di sintesis di dalam hati dari senyawa asetat. Saat kolesterol yang diserap dari usus berlebih maka keadaan tersebut akan mengurangi sintesis endogen ini dan dengan demikian tidak terjadi peningkatan kolesterol plasma atau hanya terjadi sedikit peningkatan kolesterol plasma.

Minyak sayur juga mengandung sterol, namun dalam bentuk pitosterol, contohnya ß-sitosterol, campesterol, brassicasterol. Umumnya kandungan tersebut memiliki satu atau dua karbon ekstra di rantai molekul kolesterolnya. Sterol tersebut mengganggu penyerapan kolesterol secara kompetitif sedangkan dia (sterol tadi) juga sedikit diserap oleh tubuh. Pitosterol di dalam minyak sayur (200-500/100 g) dapat sedikit menambah efeknya dalam menurunkan kolesterol. Pitosterol ini juga terdapat dalam kacang dan biji-bijian. Beberapa margarine PUFA (yang diperkenalkan pertama kali tahun 1999) juga telah diperkaya dengan konsentrat pitosterol alami (atau disebut stanol) untuk menambah efek penurunan kolesterol.

Satu Tanggapan

  1. Sumber:
    Taber’s medical dictionary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: