• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Desember 2010
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

Seruan Untuk ”Si Sehat”

Wahai Si sehat…

Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallama bersabda

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس, الصحة والفراغ

(Dua nikmat yang banyak manusia tertipu olehnya, kesehatan dan waktu luang), kenapa menjadi tertipu?! Karena kebanyakan manusia tidak dapat memanfaatkan kesehatan dan waktu luangnya dengan perkara yang dapat mendekatkan dirinya pada Alloh dan hari akhir. Oleh karenanya Nabi Shollallohu’alaihi wasallama mewasiatkan untuk memanfaatkan serta mengambil manfaat dari sehatnya kita sebelum datang kebalikannya,

اغتنم خمساً قبل خمس, …… وصحتك قبل سقمك

(Manfaatkanlah lima sebelum lima,…..dan sehatmu sebelum sakitmu…)

Wahai Si Sehat…

Kesehatan ini akan ditanyakan padamu di hari kiamat dan di dalam hadits bahwasanya Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallama bersabda:

لن تزولا قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع …. وعن عمره فيما أفناه وعن شبابه فيما أبلاه

(Tidak akan begeser dua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat perkara……dan tentang umurnya di mana ia gunakan dan tentang masa mudanya di mana ia habiskan…)

maka jadikan kesehatan mu ini menjadi penolongmu dalam taat kepada Alloh.

Wahai Si Sehat…

Jika kau ingin mengetahui nilai sebuah kesehatan maka perbanyaklah mengunjungi orang sakit di rumah-rumah maupun di rumah sakit….oleh karenanya dikatakan,

“Sesungguhnya kesehatan adalah sebuah mahkota diatas kepala orang sehat, tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang sakit”

 

Betapa banyak orang sakit berharap untuk melangkah dengan kedua kakinya untuk mengerjakan sholat wajib bersama jamaah, untuk menyambung silaturahim, dan mengunjungi teman-temannya….namun, ia tidak bisa. Betapa banyak orang sakit terputus hubungannya dengan masyarakat, ia tuli dan juga bisu, ia berharap untuk mendengar Al-quran, dan membaca ayat-ayatnya, namun dia tidak bisa. Betapa banyak dari orang sakit hilang penglihatannya, dan dia berharap untuk melihat makhluk-makhluk Alloh dan tanda-tanda-Nya, dan betapa banyak orang sakit berharap untuk makan dan minum, namun ia tidak bisa, dan betapa banyak orang sakit tidak kunjung sembuh sakitnya dan tidak tenang tidurnya….dan selainnya masih banyak lagi.

Wahai Si Sehat…

Lupakah engkau pada mereka? Bertakwalah pada Alloh di dalam sehatmu dan bersyukurlah pada-Nya atas nikmat pada kedua kakimu, pergunakan keduanya untuk berangkat ke mesjid dan ke tiap kebaikan, dan bersyukurlah pada Alloh atas nikmat lisan, perbanyaklah tilawah Qur’an dengan lisanmy dan ingatlah sabda Nabi Shollallohu’alaihi Wasallama:

ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت

(Barang siapa beriman pada Alloh dan hari akhir hendaklah berkata kebaikan atau hendaklah ia diam)

Dan bersyukurlah pada Alloh atas nikmat pendengaran dan jagalah ia dari mendengar nyanyian dan musik, dan bersyukurlah pada Alloh atas nikmat dua mata, maka janganlah engkau memandang dengan kedua mata itu pada wanita-wanita di televise, majalah, maupun di pasar-pasar, dan ingatlah dan pahamilah bahwa Alloh melihat, dan sungguh Ia telah memerintahkan engkau untuk menundukkan pandangan, Alloh berfirman:

وقل للمؤمنين يغضوا  من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم

(Dan katakanlah pada orang-orang mu’min untuk menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, demikian itu lebih suci bagi mereka)

Kemudian Alloh memerintahkan wanita dengan firman-Nya

وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن

(Dan katakanlah bagi wanita-wanita mu’min untuk menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka)

Wahai Si Sehat….

Inilah syukur yang sebenar-benarnya atas nikmat anggota tubuh, yaitu dengan menggunakannya dalam ketaatan pada Alloh, ingatlah ketika engkau bersungguh-sungguh bersyukur pada Alloh dengan semua anggota tubuhmu maka Alloh akan menjaga anggota-anggota tubuh itu untukmu dan memberikan nikmat pada mu dengannya bertahun-tahun kemudian, dan Dia Subhanahu akan memberikan mu taufik-Nya untuk engkau senantiasa menggunakan anggota tubuhmu di dalam perkara yang Ia ridhoi.

Didalam hadits qudsi Alloh Tabaaroka wa Ta’aala berfirman:

ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي عليها, ولئن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه

(Dan senantiasa hambaku mendekatkan diri pada-Ku dengan ibadah naafilah hingga Aku mencintainya, maka jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang dengannya ia mendengar, dan penglihatan yang dengannya ia melihat, dan tangannya yang dengannya kekuatannya, dan kakinya yang atasnya ia berjalan, dan jika ia meminta Ku maka sungguh Aku akan memberi padanya, dan jika dia meminta perlindungan pada Ku maka sungguh Aku akan melindunginya)

Artinya yakni Alloh akan memberikan taufik pada anggota tubuhmu untuk mengerjakan kebaikan dan memberikan nikmat pada engkau bertahun-tahun kemudian. Diriwayatkan bahwa ada salah seorang solih berusia tujuh puluh tahun, namun anggota tubuhnya masih sehat, ketika ia ditanya akan hal itu, ia berkata: anggota-anggota tubuh ini telah aku jaga di waktu kecil atas ketaatan pada Alloh maka Alloh menjaga anggota-anggota tubuh ini disaat dewasa.

Wahai Si Sehat…

Tanyai dirimu, apakah engkau telah bersyukur pada Alloh atas nikmat anggota tubuh dengan sebenar-benarnya syukur?, yakni dengan menggunakannya dalam ketaatan pada Alloh, dan mencukupkannya dari maksiyat pada-Nya, maka bersyukur yang haqiqi adalah dengan berbuat dengan anggota tubuh, sebagai mana pula ikrar dengan hati dan berkata dengan lisan.

Alloh berfirman,

اعملوا آل داوود شكراً وقليل من عبادي الشكور

(Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Alloh). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.)

Dan Rosululloh Shollallohu’alaihi Wasallama bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sholat malam sehingga bengkak kedua kakinya maka ’Aisyah Rodhiyallohu’anha berkata padanya,

لم تفعل هذا وقد غفر الله لك ما تقدم من ذنبك وما تأخر فقال ” أفلا أكون عبداً شكوراً “

(Untuk apa engkau berbuat seperti ini, sedangkan Alloh telah mengampuni dosa-dosa engkau baik yang lalu maupun yang akan datang?, maka Nabi berkata, Tidakkah aku menjadi seorang hamba yang bersyukur..?)

Maka aku mewasiyatkan pada engkau wahai orang yang sehat untuk engkau senantiasa bersyukur pada Alloh atas kesehatan anggota-anggota badan ini sebelum diambil dari mu baik dengan kecelakaan atau dengan sakit, jika demikian maka itu akan menjadi hukuman dini atas ketiadaan syukurmu pada Alloh.

Alloh berfirman:

وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد

(Dan ingatlah ketika Robb-mu memberitahukan “jika engkau bersyukur maka akan Kutambahkan bagimu, dan jika engkau ingkar maka sungguh adzab-Ku amat keras“).

…………………………..

Dikutip dari :

“As-Shihhatu Wal-Marodlhu“

Syaikh Hamd Bin Abdillaah Ibrohiim Ad-Dusiriy

…Jika terdapat kesalahan mohon diluruskan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: