• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Desember 2010
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

Osteoarthritis, Diet, dan Penatalaksanaannya

Osteoarthritis (OA) dapat berupa kelainan primer (biasa pada lanjut usia) atau dapat berupa keadaan akibat cedera maupun penyakit yang melibatkan permukaan sendi sinovial (sehharusnya disebut “Osteoarthrosis”). Gejala dan tanda yang timbul antara lain, nyeri, bengkak, dan kaku sendi. Riwayat patah tulang dapat meningkatkan penyakit degeneratif sendi – degenerative joint disease (DJD) – saat usia lanjut, terlebih apabila garis patahnya melintasi permukaan sendi.

OA lutut terjadi pada lebih dari 3 juta orang di amerika, dan banyak terjadi pada wanita berusia lebih dari 45 tahun (Gershoff, 1996). Vitamin A, C, D, dan E mungkin berkaitan dengan proses-proses yang menghambat ataupun menimbulkan OA, karena mereka memiliki peran utama dalam modulasi stress oksidatif, berperan dalam respon imun, dan berkontribusi dalam diferensiasi sel (Sowers dan Lachance, 1999). Asupan vitamin D rendah berkaitan dengan peningkatan resiko progresifitas OA (McAlindon dkk., 1996). Menariknya, pada pasien obesitas vitamin D lebih banyak tersimpan ke sel-sel lemak daripada bersirkulasi. Kebutuhan mereka mungkin lebih tinggi dari yang kita perkirakan.

Spondylosis adalah OA tulang belakang. Arthritis infektif disebabkan invasi bakteri dari sendi di dekatnya, bisa disebabkan cacar air, rubella, atau gondok. Pada artritis seronegatif (yaitu test rheumatoid arthritis yang negative) dapat disebabkan oleh gangguan autoimun, penyakit Crohn, dan psoriasis. Keadaan tersebut biasanya tidak berhubungan dengan DJD.

Tujuan terapi

–         Jika pasien obesitas, kurangi tekanan pada sendi yang menahan berat badan.

–         Memotivasi pasien (terutama jika lansia) untuk mengkonsumsi jumlah protein dan kalsium yang cukup. Asupan lemak dan karbohidrat harus dibatasi.

–         Evaluasi adakah alergi makanan untuk menyingkirkan gejala-gejala yang tidak berhubungan dengan arthritis.

–         Minyak ikan dan minyak biji tumbuhan tertentu dapat berpengaruh pada respon imun dan inflamasi, karena peran mereka sebagai prekursor eicosanoids. Rasa nyeri dapat dikurangi (Eriksen dkk, 1996.).

–         Menjaga integritas tulang rawan pada sendi yang terlibat.

Rekomendasi Diet

• Kontrol diet kalori jika obesitas.

• Susu skim kering dapat digunakan sebagai sumber rendah kalori lebih murah dari pada susu kalsium biasa.

• Anjurkan untuk memperbanyak penggunaan minyak ikan dan ikan (misalnya, minyak ikan cod) dalam makanan untuk meningkatkan ketersediaan asam lemak omega-3 (Eriksen dkk, 1996.). Pastikan cukup asupan seng ditambah antioksidan berupa vitamin C dan E (Fairburn dkk, 1992.).

• Penggunaan asam folat dan vitamin B12 dapat mendukung penggunaan NSAID dan secara bertahap menurunkan kebutuhan akan NSAID (Flynn, 1994).

• Susu, lemak ikan seperti salmon, telur, beberapa sereal, dan suplemen multivitamin dapat digunakan untuk memberikan vitamin D, namun harus berada dibawah pengawasan dokter atau ahli gizi. Vitamin D, dengan dosis dua kali dari diet yang dianjurkan (RDA) di bawah perawatan dokter, dapat melindungi dari bertambahnya parahnya penyakit ini (Gershoff, 1996).

• makanlah sumber beta-karoten, dan enam buah dan sayuran setiap hari.

Obat & Efek Samping

Panduan informasi obat tersedia di

http://www.arthritis.org/conditions/DrugGuide/drug index.asp

• Aspirin dapat diminum saat makan untuk mengurangi efek pada lambung. Penggunaan yang berkepanjangan dapat menyebabkan perdarahan GI. Asupan folat harus ditingkatkan.

• Steroid dapat menyebabkan retensi natrium, kalsium, nitrogen, dan deplesi kalium, obesitas trunkal, dan hiperglikemia. Umumnya, steroid tidak digunakan pada kasus OA.

• NSAID dapat meningkatkan risiko hipertensi (Gurwitz dkk, 1994). Indometasin dan sulindac dapat menyebabkan mual, gagal ginjal, atau diare. Lodine dapat menyebabkan gagal ginjal atau nyeri perut. Naprosyn dapat menyebabkan nyeri perut, mual, atau nyeri dada (seperti terbakar). Tolectin menyebabkan rasa sakit perut, mualdan muntah, dan gangguan saluran cerna. Ibuprofen dapat menyebabkan mual dan muntah. Trilisate (trisalicylate choline magnesium) dapat menyebabkan sembelit, diare, mual dan muntah. Minum NSAID saat makan, untuk mengurangi anoreksia, perut kembung, dan gangguan saluran cerna. Tambahkan suplemen asam folat dan vitamin B12 dalam diet.

• Misoprostol dapat mengurangi asam lambung pada penggunaan NSAID. Namun dapat terjadi kram perut.

• Rofecoxib dan Celecoxib memiliki efek samping saluran cerna yang lebih sedikit dari NSAID. Keduanya juga menurunkan produksi prostaglandin. Beberapa efek samping lain sedang dievaluasi, seperti hipertensi pada pengguna Rofecoxib. Mungkin terdapat peningkatan risiko infark miokard atau stroke, karena keduanya menghambat COX-2 tetapi tidak menghambat COX-1 yang memfasilitasi pembekuan darah. Terdapat rekomendasi untuk mengkonsumsi satu aspirin bayi setiap hari.

• Setelah 3 tahun dipelajari tentang peran glukosamin sulfat dalam OA lutut, peneliti dari University of Liege di Belgia menemukan bahwa suplemen tersebut dapat mengurangi kerusakan tulang rawan dan mengurangi rasa sakit yang terkait OA pada kelompok pasien yang mengkonsumsi suplemen tersebut (Lancet, 1 / 27 / 01). Percobaan ini menunjukkan bahwa glucosamine dan chondroitin sulfat oral dapat membantu meringankan gejala OA (McAlindon dkk, 2000.). Sinar-X menunjukkan bahwa ketebalan tulang rawan dapat terlindungi selama beberapa tahun, hal ini mungkin terkait dengan sulfat dalam suplemen tersebut (Hoffer dkk, 2001.).

Herbal & Suplemen

–         Herbal dan suplemen botani tidak boleh digunakan tanpa berdiskusi dengan dokter.

–         S-adenosylmethionine (SAMe) sedang dikaji penggunaannya karena perannya dalam membangun kembali tulang rawan sendi yang terkikis, zat ini juga berguna untuk depresi ringan. Juga diperlukan lapisan enterik untuk zat ini nantinya.

–         Glukosamin atau kondroitin sulfat memiliki beberapa hasil positif, sebuah studi Institut Kesehatan Nasional (NIH) telah dilakukan. Namun Glukosamin dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan tidak dapat diberikan pada mereka dengan alergi kerang, karena suplemen ini dibuat dari kerang. Chondroitin dapat mempengaruhi aktivitas pembekuan darah dengan cara yang mirip dengan aspirin.

–         Terdapat rekomendasi untuk mengkonsumsi jahe, lada merah, biji seledri, nanas, jelatang, dan kunyit, namun tidak ada uji klinis yang membuktikan keampuhannya.

–         Sebuah studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi vitamin E tokoferol gamma dapat memperburuk artritis, para peneliti merekomendasikan pada orang yang mengkonsumsi vitamin E untuk mengkonsumsi tokoferol alfa. (NYTimes, Science Times, 11/23/99). Sebuah studi double-blind di Australia tidak menemukan adanya penurunan gejala rasa sakit (Brand dkk, 2001.).

Sebuah panduan suplemen dapat dilihat di

http://www. arthritis.org/conditions/SupplementGuide/default.asp.

Edukasi Pasien

–         Mendorong pasien untuk menghindari makan yang diklaim “dapat mengobati radang sendi” secara sembarangan.

–         Pastikan diet pasien seimbang dan mencakup semua nutrisi.

–         Penyakit degeneratif jarang menjadi masalah serius dan tidak memiliki risiko yang mengancam jiwa.

–         “Istirahatkan sendi secara teratur dan tidur di tempat tidur yang keras” adalah nasihat bijak.

–         Jangan biarkan otot-otot sekitar sendi menjadi lemah karena tidak digunakan. Sarankan latihan dan peregangan otot sehari-hari untuk mempertahankan fleksibilitasnya. Program latihan beban berat badan jangka panjang dan jalan aerobik dapat meningkatkan keseimbangan pada orang tua dengan OA secara signifikan, khususnya OA pada lutut.

–         Transplantasi tulang rawan atau stem cell sedang diuji untuk menghilangkan rasa sakit.

–         Akupunktur mungkin berguna untuk menghilangkan rasa sakit.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat dilihat di :

•   American Juvenile Arthritis Foundation

http://www.arthritis.org/Answers/about AJAO.asp

•   Arthritis Resource Center at Healingwell

http://www.healingwell.com/arthritis

•   Johns Hopkins Arthritis Center

http://www.hopkins-arthritis.som.jhmi.edu/

Diterjemahkan (dengan penyesuaian) dari :

Nutrition and Diagnosis Related Care – 5/e (NutrDx™), Osteoarthiritis

Publisher: Lippincott Williams & Wilkins

Editor: Sylvia Escott-Stump, MA, RD, LDN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: