• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Desember 2010
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

Penatalaksanaan Tachyarrhytmia – aritmia ritme cepat

Pengobatannya bervariasi, berdasarkan gejala-gejala dan risiko aritmia. Aritmia asimtomatik tanpa risiko serius tidak memerlukan pengobatan. Aritmia simtomatik mungkin memerlukan perawatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Aritmia yang berpotensi mengancam jiwa memerlukan pengobatan.

Pengobatan diarahkan sesuai penyebab. Jika perlu, dapat digunakan terapi antiarrhythmia secara langsung, antara lain dengan obat antiarrhythmia, kardioversi-defibrilasi, pacemaker, atau kombinasi. Pasien dengan aritmia yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan gejala hemodinamik harus dilarang mengemudi sampai ada respons pengobatan yang baik.

 

Obat-obatan untuk aritmia

Kebanyakan obat antiarrhythmi dikelompokkan ke dalam 4 kelas utama (klasifikasi Vaughan Williams) berdasarkan efek elektropsikologi selular dominan mereka. Digoxin dan adenosin tidak termasuk dalam klasifikasi Vaughan Williams. Digoxin dapat memperpendek periode refrakter atrium dan ventrikel dan bersifat vagotonic, sehingga memperpanjang konduksi AV nodal dan periode refraktori AV nodal. Adenosin memperlambat atau menghambat konduksi AV nodal dan dapat menghentikan tachyarrhythmia yang pengulangannya berasal dari konduksi AV nodal.

Kelas I:

Na/sodium channel blocker (obat penstabil membran) memblokir saluran cepat Na, memperlambat konduksi pada jaringan dengan saluran cepat (kerja sel miosit atrium dan ventrikel, sistem-His-Purkinje). Pada EKG, efek obat ini dapat tergambarkan sebagai pelebaran gelombang P, pelebaran kompleks QRS, perpanjangan interval PR, atau kombinasi keduanya.

Obat kelas I dibagi berdasarkan farmakokinetik-nya pada saluran Na

Kelas Ia memiliki farmakokinetik menengah, selain itu juga memiliki efek blok pada saluran K. contoh obat : procainamide, quinidine

Kelas Ib memiliki farmakokinetik cepat, artinya cepat bereaksi namun cepat pula hilang efeknya. Hanya efektif pada denyut jantung yang sangat cepat. Contoh obat: lidocaine, mexiletine, tocainide, dan phenytoin

Kelas Ic memiliki farmakokinetik lambat, sehingga dapat berefek pada seluruh tingkat kecepatan denyut jantung. Kelas Ic merupakan antiarrhythmia yang lebih poten. Contoh obat: propafenone, moricizine, encainide dan flecainide.

Untuk Indikasi, dan efek samping obat dapat dicari masing2 ya…, terlalu njilmet gak berani saya tampilkan, takut salah…:D

Kelas II:

Obat kelas II adalah ß-blocker, yang memiliki efek pada jaringan dengan channel lambat (SA, dan AV node), berupa penurunan tingkat otomatisitas, memperlambat kecepatan konduksi, dan memperpanjang waktu refrakter. Sehingga detak jantung melambat, interval PR diperpanjang, dan AV node mentransmisikan depolarisasi atrium dengan frekuensi yang lebih rendah. Kelas II ini terutama digunakan untuk mengobati SVT, takikardi sinus, AF, dan flutter atrium. Obat ini juga digunakan untuk mengobati VT untuk menaikkan ambang terjadinya fibrilasi ventrikel (VF). ß-Blockers umumnya ditoleransi dengan baik, efek samping antara lain lesu, gangguan tidur, dan gangguan saluran cerna. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien asma.

Contoh obat: Propanolol

Kelas III

Golongan ini terutama adalah obat golongan K channel blockers, yang memperpanjang durasi potensial aksi dan periode refrakter dalam saluran ion di jaringan. Dengan demikian, kapasitas semua jaringan jantung untuk mengirim impuls dengan frekuensi tinggi akan berkurang, tetapi kecepatan konduksi tidak terlalu terpengaruh. Karena potensial aksi diperpanjang, maka tingkat otomatisitas berkurang. Pada EKG akan terlihat perpanjangan interval QT. Obat ini dapat digunakan pada SVT dan VT. Obat kelas III memiliki risiko proarrhythmia ventrikel, terutama torsades de pointes VT.

Contoh obat: amiodarone

Kelas IV:

Kelas IV obat adalah Ca channel blockers nondihydropyridine, yang menekan potensial aksi Ca pada jaringan dengan saluran lambat dan dengan demikian menurunkan tingkat otomatisitas, memperlambat konduksi, dan memperpanjang periode refrakter. Denyut jantung diperlambat, interval PR diperpanjang, dan AV node mentransmisikan depolarisasi atrium dengan frekuensi yang lebih rendah. Obat ini digunakan terutama pada SVT

Contoh obat: verapamil

Alat

Alat yang juga digunakan dalam kasus-kasus gangguan ritme jantung adalah Direct-current (DC) cardioversion-defibrillation

Sumber: merck manual dx and tx

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: