• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Januari 2011
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

Dinamika Tekanan Intrakranial – TIK (Intra Cranial Pressure – ICP)

Hubungan ICP dan Volume

  • Tengkorak orang dewasa kaku dengan volume intrakranial yang konstan
  • Namun, saat lesi meluas, TIK awalnya tidak meningkat, karena:
    • cairan cerebrospinal (CSF), darah, cairan ekstraselular (ECF) dan cairan intraseluler (ICF) dikeluarkan dari kepala
    • jaringan otak bergeser ke kompartemen yang bertekanan lebih rendah (herniasi)
  • Saat kompensasi mencapai batasnya, TIK meningkat secara eksponensial
  • TIK normal: <15 mmHg (8-18 cmH20) untuk dewasa, dan 3-7 mmHg (4-9,5 cmH20) untuk anak; angka ini dapat bervariasi dengan posisi pasien
  • Pertimbangkan terapi TIK tinggi jika TIK > 20-25 rnmHg


Pengukuran TIK

  • Punksi lumbal (LP) (kontraindikasi jika diketahui / dicurigai terdapat lesi massa intrakranial)
  • Kateter intraventricular / ventriculostomy / drain ventricular eksternal (standar baku) memungkinkan drainase CSF terapetik untuk menurunkan TIK, jika terdapat gradien massa dan tekanan, maka drainase dapat meningkatkan gradien tersebut)
  • Lainnya: fibreoptic monitor (intraventricular, intraparenchymal, subdural), subaraknoid bolt (sekrup Richmond), dan monitor epidural

Cerebral Blood Flow (CBF)

  • CBF ditentukan oleh cerebral perfusion pressure (CPP) dan cerebral vascular resistance
  • CPP normal >50 mmHg pada orang dewasa
  • Autoregulasi otak mempertahankan CBF tetap konstan  walaupun terdapat perubahan CPP (kompensasi), kecuali pada keadaan berikut

–         TIK yang tinggi dimana CPP <60 mmHg

–         MAP>150 mmHg atau MAP <50 mmHg

–         Cedera otak : misal, subarachnoid hemorrhage (SAH), trauma parah

Peningkatan TIK

Penyebab peningkatan TIK

–         Peningkatan volume darah intracranial

  • Hipoventilasi –>  meningkatkan pCO2/menurunkan pO2 –> vasodilatasi
  • Obstruksi aliran Vena (thrombosis sinus venosa atau sindroma vena cava superior (SVC))
  • Cranial dependency, Valsalva

–         Edema cerebral: vasogenic (kerusakan pembuluh darah), cytotoxic (kematian sel), osmotik (hyponatremia acut, encephalopathy hepatic)

–         Hydrocephalus

–         Lesi masa intrakranial (tumor, pus, darah , fraktur depresi tulang kepala,  benda asing)

–         Tension pneumocephalus

–         Status epilepticus

–         Encephalopathy Hipertensi (kehilangan autoregulasi dan edema otak)

Gambaran Klinik

Peningkatan ICP akut

–         Sakit kepala

–         Mual / muntah

–         Penurunan kesadaran, jika TIK = tekanan darah diastolic atau terjadi kompresi mesencephalus

–         GCS turun

–         Papilledema ± perdarahan retina (yang dapat terjadi dalam 24-48 jam)

–         Pergerakan ekstra okuler abnormal

  • Kelumpuhan CN VI seringkali salah ditentukan letaknya karena masa penyebab dapat terletak jauh dari saraf nya.
  • Lumpuh gerak bola mata ke atas (biasanya pada anak dengan hydrocephalus obstruktif)

–         Sindroma herniasi

–         Tanda/gejala fokal akibat lesi tersebut

Peningkatan ICP kronik

–         Sakit kepala

  • Postural: memburuk jika batuk, mengedan, Valsalva
  • Sakit kepala  Pagi /sore –> saat terjadi vasodilatasi akibat peningkatan CO2 dan juga posisi berbaring.
  • Perubahan Penglihatan

–         Karena papilledema

–         “bintik buta” yang meluas, pada tahap lanjut à lapangan pandang menyempit secara episodic (“grey-outs”)

–         Atropi optic (papil)/ kebutaan

–         Bedakan dengan papillitis (yang biasanya satu sisi/ unilateral disertai penurunan ketajaman penglihatan)

Diagnosis diferensial umum pada kasus bedah saraf

Lesi Masa Intrakranial

–         Tumor

  • Metastasis tumor
  • Astrocytoma
  • Meningioma
  • Vestibular schwannoma (acoustic neuroma)
  • Pituitary adenoma
  • Primary CNS lymphoma

–         Pus/inflamasi

  • cerebral abscess / abses serebri
  • cerebritis (missal, HSV encephalitis)
  • tumefactive multiple sclerosis (MS)

–         Blood

  • Hematoma extradural (epidural)
  • Hematoma subdural
  • Stroke ischemic
  • Hemorrhage: subarachnoid hemorrhage (SAH),  intracerebral hemorrhage (ICH),  intraventricular hemorrhage (IVH)

–         cyst

Penyakit dan Kelainan Tulang Belakang

–         Extradural

  • Degeneratif: herniasi diskus, canal stenosis, spondylolisthesis/spondylolysis
  • Infeksi /Inflamasi: osteomyelitis, discitis
  • Ligamentosa: ossification of posterior longitudinal ligament (OPLL)
  • Trauma: kompresi mekanik /instabilitas, hematoma (onset =  menit sampai jam)
  • Tumor (55% dari tumor spinal):  lymphoma, metastasis (lymphoma, pulmo, payudara, prostat), neurofibroma

–         Intradural-extramedullar

  • vascular: fistula arterio-venous dura,  subdural hematoma (anticoagulation)
  • tumours (40% dari tumor spinal): meningioma, schwannoma, neurofibroma

–         Intradural-intramedullar:

  • Tumor (5% dari tumor spinal): astrocytoma dan ependymoma adalah yang paling sering; juga ada hemangioblastoma dan dermoid
  • syringomyelia (penyebab tersering:  trauma, kongenital, idiopatik)
  • Infeksi /Inflamasi : TB,  sarcoid,  transverse myelitis
  • vascular (AVM,  ischemia)

Lesi Saraf Perifer

  • Neuropathies
  • Traumatic
  • Entrapments
  • Atrogenic
  • Inflammatory
  • Tumor

Diterjemahkan dengan penyesuaian dari :

Toronto notes 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: