• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Januari 2011
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

Sindroma Herniasi (Herniation Syndromes), dan Penatalaksanaan Awal

–         Herniasi Subfalcine (Cingulate)

  • Definisi: gyrus cingulai mengalami herniasi ke bawah falx
  • Etiologi: lesi supratentorial lateral
  • Gambaran klinis:
    • Biasanya asymptomatic, lakukan observasi baik secara patologis atau radiologis
    • Waspadai terjadinya herniasi transtentorial, yang akan beresiko menekan arteri serebri anterior

–         Herniasi Tentorial Central (Axial)

  • Definisi: Berpindahnya diencephalon dan mesencephalon melalui foramen trans tentorial
  • Etiologi: lesi supratentorial midline, pembengkakan cerebral yang difus, herniasi uncal tahap lanjut
  • Gambaran klinis:
    • deteriorasi mulai dari rostral  ke caudal (kegagalan diencephalon sampai medulla oblongata secara berurutan)
    • penurunan tingkat kesadaran (penekanan mesencephalon)
    • gangguan pergerakan bola mata à gangguan gerakan ke atas (“sunset eyes“)
    • perdarahan batang otak (“Duret’s” terjadi akibat robekan vasa perforantes arteri basilaris)
    • diabetes insipidus (akibat penarikan tangkai hipofisis dan hypothalamus) –>  tanda stadium akhir

–         Herniasi Tentorial Lateral (Uncal)

  • Definisi: uncus lobus temporalis herniasi turun melalui foramen trans tentorial
  • Etiologi:  lasi supratentorial lateral (seringkali akibat hematoma post trauma yang meluas secara cepat)
  • Gambaran klinis:
    • Dilatasi pupil ipsilateral, refleks negatif (tanda paling awal, dan paling terpercaya), kelumpuhan gerak bola mata (penekanan pada N III)
    • Penurunan tingkat kesadaran (penekanan mesencephalon)
    • Hemiplegia kontralateral, ± respon telapak kaki kearah atas
    • ± “Kernohan’s notch”: kompresi pedunculus serebri (mesencephali) karena pergeseran otak –> hemiplegia ipsilateral (biasanya mengakibatkan salah dalam penentuan letak lesi)

–         Herniasi ke atas (Upward)

  • Definisi: vermis cerebelli herniasi melalui incisura tentorii, dan menekan mesencephalon
  • Etiologi: massa yang besar di fossa posterior basis cranii sehingga menyebabkan herniasi serebellum ke arah rostral, sering kali setelah VP (ventriculo-peritoneal) shunting
  • Gambaran klinis:
    • Kompresi arteri cerebelli superior –>  infark cerebelli
    • Kompresi aqueductus cerebri (mesencephali) –> hydrocephalus

–         Herniasi Tonsil (“Coning”)

  • Definisi: tonsil cerebelli herniasi melalui foramen magnum (disebut juga herniasi foramen magnum)
  • Etiology: lesi infra tentorial, atau terjadi setelah adanya herniasi tentorial central
  • Gambaran klinis:
    • Kompresi pusat kardiovaskuler dan respirasi di medulla oblongata (fatal)
    • Dapat diakibatkan oleh LP (lumbar punction) pada pasien dengan SOL (space occupying lesion) (umumnya di fossa posterior basis cranii)

Penatalaksanaan Awal Sindroma Herniasi

  • Tujuan : menjaga TIK <20 mmHg, CPP >60-70 mmHg

Segera:

  • Elevasi kepala di tempat tidur (15-30 derajat, atau 30-45 derajat –> guna meningkatkan aliran keluar vena dari intrakranial
  • Cegah hipotensi dengan cairan, Normal saline (0.9%) dengan kecepatan 80–100 cc/jam (hindari cairan hipotonis)
  • Intubasi (jika memungkinkan) dan lakukan ventilasi sehingga terjadi normocarbia (PC02 35-40 mmHg) atau kalau bisa PCO2 = 28–32 mm Hg –> cegah vasodilatasi serebri
    • (cat: jika kadar CO2 lebih besar dari 45 mm Hg, maka akan timbul cerebral vasodilation.)
  • Berikan oxygen prn untuk mempertahankan p02 >60 mmHg –> mencegah hypoxic brain injury
  • Berikan Mannitol 20% 1–1.5 g/kg melalui infus IV secara cepat, pertahankan Tekanan Darah >90 mmHg
  • Pasang Foley catheter
  • Segera konsul ke bedah saraf

Hal lain yang bisa dilakukan

  • Sedasi (“ringan” misal dengan codeine hingga “berat” misal dengan   fentanyl/MgS04 ±  muscle relaksan dengan vecuronium –>  dapat mengurangi tonus simpatis dan hipertensi akibat kontraksi otot)
  • Kortikosteroid
    • Mengurangi edema, setelah beberapa hari, disekitar tumor otak, abses, darah
    • Pemberian kortikosteroid pada kasus cedera kepala dan stroke belum dapat dibuktikan menguntungkan secara klinis.

Sumber:

Toronto Notes 2008, Neurosurgery, Herniation Syndrome

Merritts Neurology Handbook’ (NeuroHB™), Emergency Measures for ICP Reduction in Unmonitored Patient with Clinical Signs of Herniation.

Taber’s Cyclopedic Medical Dictionary, 21/e (Tabers21™), hypercapnia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: