• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Februari 2011
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Please make sure the Twitter account is public.

  • Arsip

Bayi Kuning

24 Jam Pertama

Jaundice dalam 24 jam pertama kehidupan adalah abnormal. Bayi harus dirawat di ruang perawatan khusus dan segera diperiksa.

–         Keadaan ini sering disebabkan oleh hemolisis, biasanya inkompatibilitas ABO atau rhesus antara ibu dan janin. Hemolisis berat mengarah ke peningkatan pesat dalam bilirubin serum dalam waktu beberapa jam.

–         Segera periksa: golongan darah ibu dan bayi, serum bilirubin bayi (total dan tak terkonjugasi), uji Coombs direct, hemoglobin, jumlah leukosit, dan platelet.

–         Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan jika tidak ditemukan hemolisis, atau terjadi hiperbilirubinemia konjugasi.

–         Phototherapy harus dimulai jika tingkat bilirubin > 150 umol/L (15 umol/dL) dalam 24 jam pertama bayi aterm.

–         Transfusi tukar mungkin diperlukan jika jaundice disebabkan karena inkompatibilitas rhesus dan bayi mengalami anemia (Hb <110 g/L (<11 g/dL)). Terapi ini terutama untuk mengoreksi anemia dan menghilangkan antibodi. Transfusi tukar lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengontrol jaundice pada bayi tersebut.

Pemantauan tingkat bilirubin secara rutin sangat penting karena dapat terjadi perubahan kadar bilirubin yang cepat. Hasilnya harus diplot pada grafik dan sebagai ukuran apakah masih diperlukan transfusi tukar.

Hari Ke 2-7

Jaundice (kuning) akan dianggap ‘fisiologis’ jika kriteria berikut ini terpenuhi:

–         Muncul pada hari 2-4.

–         Bayi tidak prematur.

–         Keadaan umum bayi baik (tidak demam, kesadaran dan asupan baik).

–         Tinja dan urin bayi berwarna normal.

–         Tidak ada kelainan lain pada bayi.

–         Kadar bilirubin tidak berada di atas nilai ambang untuk pengobatan.

Sekitar 1 / 3 dari bayi aterm akan terlihat kuning pada usia 2-4 hari. Jaundice akan tampak jika bilirubin serum > 85-120 umol/L (>8.5-12 umol/dL). Pada jaundice fisiologis, bilirubin serum jarang melebihi 220 umol/L (22 umol/dL). Jika bilirubin tak terkonjugasi > 220 umol/L, harus dipertimbangkan adanya penyebab lain seperti infeksi.

Nah, bayi aterm yang tidak mengalami hemolisis memiliki risiko minimal untuk mengalami kernicterus. Bayi yang lebih berisiko mengalami kernicterus adalah:

–         Bayi yang tidak sehat (terutama dengan riwayat hipoksia).

–         Bayi dengan hemolisis.

–         Bayi prematur.

 

Bayi seperti ini harus sesegera mungkin mulai diobati jika mengalami jaundice berdasarkan tingkat bilirubin dalam darah.

*)Kernicterus: Adalah jaundice yang timbul pada bayi baru lahir usia 2-8 hari, dimana ganglia basalis dan area otak lainnya serta medulla spinalis terinfiltrasi bilirubin. Keadaan ini dirawat dengan phototherapy dan exchange transfusion (transfusi tukar) untuk meminimalisir kerusakan saraf. Prognosis akan buruk jika tidak segera ditangani.

Disalin dan diterjemahkan dari :

Paediatric Handbook (PedsHbk™), Jaundice-neonatal conditions

Taber’s Cyclopedic Medical Dictionary, 21/e (Tabers21™)-kernicterus

Satu Tanggapan

  1. mantap mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: