• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    April 2011
    S S R K J S M
    « Mar   Mei »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

“Ternyata”

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Nyaris tiga bulanku di ibukota negara, tentu bukan waktu yang panjang untuk memberikan sebuah pandangan apalagi sampai penilaian…maka apa yang tertulis kemudian bukanlah gambaran keseluruhan, karna tidak mungkin dalam nyaris tiga bulan kutemui keseluruhan ibukota…maka sematkanlah olehmu kata “beberapa” atau “sedikit” atau “satu-dua” atau “pernah ada” di depan kata-kata yang memiliki arti keseluruhan..sehingga kau tidak akan mendapati makna keseluruhan…

Nyaris tiga bulanku di ibukota, namun tak sedikitpun waktu merubah persepsiku akan jakarta. Jakarta.., ia persis apa yang sering terberita, jika “macet” adalah beritanya..

Namun, ditengah megahnya bangunan ibukota…masih kurasakan kekerdilan banyak jiwa..dimana semua dilakukan untuk “aku” atau “kami”…jika kau melakukan suatu untuk “orang lain” (benar2 orang lain.. ) maka kau telah melakukan hal yang luar (ke)biasa(an)…

Bayangan akan orang kota dengan modernisasi sedemikian rupa ternyata tak merata.. Disatu tempat masih ada jalan berlubang dan sulit terlewati angkutan umum atau bahkan sepeda, itu tempat yang sama dimana kau bisa mendengar sahut2an suara laju kendara (kau tidak akan bisa menghasilkan bunyi seperti itu dengan jalan penuh lubang)…

Bukan hanya “keragaman” fisik bangunannya yang memukauku kawan.. Menurutku (kau boleh memberikan penekanan saat membaca kata ini) masih banyak orang yang tinggal di jakarta (bisa orang mana saja..) terlalu memaksakan modernisasi hidup..(“update dong”-)..tapi dengan “kesederhanaan” (tampaknya ini kata paling sopan) pemikirannya. Akibatnya…suatu hal yang remeh pun bisa dibahas sambil menunggu nasi menjadi bubur…(jelasnya, ini bukan pepatah..)

Ada yang tidak sama di jakarta. Disini “diam” itu bukan “emas” teman…justru kau akan mencari celah berbicara walau itu mengulangi kata2 orang disebelahmu..bahkan walau ia berbicara tepat sebelummu..

Ada yang tidak kusuka disini…”please judge the book by the cover”…penampilan..yah..setidaknya mereka akan melihatmu ada…anggapan ini bukan tuk semua karna tidak semua orang sama tentunya..

Mereka yang sibuk…sangat terlihat sibuk, kembali ke rumah hanya untuk memutar sekrup dibelakang punggungnya guna melakukan gerak yang nyaris sama esok harinya…kadang ku harap sekrup itu macet sehingga mereka berhenti dan merenung walau sebentar saja..

Disini kesalahan bukan karena kau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain…namun kesalahan adalah saat menurut orang lain kau salah…dengan kata lain..jika kau lakukan “kesalahan” namun tak ada protes, maka itu bukan kesalahan…

Nyaris tiga bulanku di ibukota..

Jika kau bertanya pengalaman tentu tidak ada apa-apanya…tapi jika kau memaksa…baiklah..kujawab tentu saja pengalamanku bertambah..tidak banyak..namun aku juga tidak menganggapnya sedikit..

Namun jika kau tanya kenangan ku di jakarta. Hmmm…maaf kawan, kurasa tak satu pun hal yang membekaskan jejas, sehingga dia akan langsung muncul saat kau sebutkan kata kenangan..tapi jika kau memaksa..baiklah..mungkin aku akan memikirkannya lagi..nanti..

Dunia kerja di jakarta..padat..sibuk..lelah..namun hambar…ia berbagai rupa, ia beragam warna..ia berbeda-beda, namun ia tak berasa…yah..ia hambar..maka “pengalaman” mestinya kau dapatkan..namun “kenangan”…maaf aku masih memikirkannya…

“tempat teraman bagi sebuah kapal adalah pelabuhan, namun bukan itu tujuan orang membuat kapal” (*quote)

Maka tiba lah saatnya untuk beralih ke pelabuhan selanjutnya…dan tidak ada kata yang pantas bagi orang yang pergi selain “maaf” dan “terima kasih”

jakarta, 5 April 2011

%d blogger menyukai ini: