• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Juni 2011
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

“Berbakti Pada Orang Tua Setelah Wafatnya”

وعن أبي هريرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: <لا يجزي ولد والداً إلا أن يجده مملوكاً فيشتريه فيعتقه>

رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairoh Rodhiyalloohu’anhu berkata, Rosululloh Shollalloohu’alaihi wa sallam bersabda: (Tidaklah dapat seorang anak membalas jasa orang tua, kecuali ia mendapati orang tuanya menjadi budak kemudian ia membelinya dan memerdekakannya)

-HR. Muslim-

 …..Sebagian anak senantiasa berkata Demi Alloh aku telah terlambat, orang tua ku telah tiada dan waktuku hanya sedikit bersamanya, aku belum berbakti kepadanya, baik karena ia masih kecil atau karena kelalaiannya hingga meninggal bapak atau ibunya, apa yang salah disini..? yang salah adalah anggapan bahwa berbakti pada orang tua hanya pada hidupnya, tidak lah demikian….walaupun semasa hidupnya ia telah tercukupi namun setelah wafatnya ia akan menanti darimu walau hanya satu kebaikan

hal-hal yang dapat engkau lakukan adalah:

Berdoa Untuknya

Jika meninggal bani adam maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara dan salah satu yang disebutkan Nabi Shollalloohu’alaihi wasallama adalah anak yang sholih yang senantiasa mendoakannya, dan doa merupakan seagung-agungnya amal bakti untuk orang tua dimasa hidupnya dan setelah wafatnya

Menjalin Hubungan Baik Dengan Kerabatnya

Juga termasuk dari hal ini adalah shodaqoh kepada ahli waris kerabat orang tua, Abdulloh bin ’Umar Rodliyalloohu’anhumaa pernah berjalan ke Mekkah, ia menunggangi seekor unta dan dibelakangnya ada keledai, kemudian ia melihat seseorang maka ia turun dan menyeru kepada orang tersebut dan memberikan keledai serta imamah nya, maka sahabat-sahabatnya bertanya: ”untuk apa engkau memberikan keledai dan imamahmu kepada orang itu ?”, maka ia berkata: ”Dia adalah anak dari sahabat ayahku dan aku telah mendengar bahwa Rosululloh Shollalloohu’alaihi wasallama berkata dari sebaik-baiknya berbakti adalah berhubungan baik dengan teman ayahnya setelah ia (ayahnya) meninggal, dan ayah orang tersebut adalah teman ’Umar”.

Dari sebaik baik berbakti adalah menjalin hubungan baik dengan keluarga teman orang tua, mencintai mereka dan berkerabat dengan mereka setelah wafatnya orang tua, Rosululloh Shollalloohu’alaihi wasallama menjalin hubungan baik dengan sahabat-sahabat Khodijah, memberi dan berkirim kepada mereka sedangkan ia (khodijah) adalah istri, maka bagaimana halnya dengan ayah dan ibu (tentu lebih lagi dari itu).

Apakah kita sekarang yang telah ditinggalkan ayah atau ibunya pernah berkunjung kepada teman dan kerabat mereka (ayah – ibu)..??

Amalan lain yang bisa dikerjakan adalah menunaikan hutang-hutangnya jika ia mempunyai hutang, dan melaksanakan wasiat-wasiatnya yang sesuai dengan syariat.

Walloohu A’lamu

Sumber:

-Diterjemahkan bebas dari Tarbiyatul Awlaad lil-Abnaa: (Wabilwaalidayni Ihsaanan), Syaikh Nashir Bin Sulaiman ‘Umar

-Cara Berbakti Kepada Orang Tua,  http://abu0mushlih.wordpress.com/2009/09/23/cara-berbakti-kepada-orang-tua/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: