• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Juli 2011
    S S R K J S M
    « Jun   Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

“Beberapa Test Di Tangan Anda”

Allen’s test: Sebuah tes yang dirancang untuk menentukan patensi dari anastomosis pembuluh darah di tangan. Pertama-tama pemeriksa mempalpasi dan mengoklusi (menekan) arteri radialis dan ulnaris. Pasien kemudian diminta untuk membuka dan menutup jari tiga sampai lima kali dengan cepat sampai kulit telapak tangan sembab. Tekanan kemudian dilepaskan salah satu bisa arteri radialis atau ulnaris, kecepatan kembalinya warna normal tangan dicatat. Pengujian diulangi dengan melepas arteri yang tidak dilepas pada pengujian pertama. Hasil tes positif menunjukkan bahwa tidak ada atau berkurangnya hubungan antara arcus ulnaris superficialis dan arcus radialis profunda.

gambar: http://cdn.nursingcrib.com/wp-content/uploads/allen-test.jpg

Bunnel-Littler test: Sebuah tes yang dirancang untuk mengidentifikasi kontraktur otot intrinsik atau kontraktur sendi pada sendi PIP (Proximal Inter Phalang). Pemeriksa memflexikan PIP hingga maksimal sambil sebelumnya sedikit mengekstensikan  sendi metacarpophalang (MCP). Hasil tes positif untuk kontraktur kapsul sendi jika sendi PIP tidak dapat difleksikan. Tes ini positif untuk kontraktur otot intrinsik jika MCP sedikit fleksi dan PIP dapat diflexikan sepenuhnya.

 

gambar: http://i.ytimg.com/vi/dZ1QAxTpf0M/0.jpg

 

Finkelstein test: Sebuah tes yang dirancang untuk menentukan adanya tenosinovitis tendo abductor pollicis longus dan extensor pollicis brevis. Tes ini biasanya digunakan untuk menentukan adanya penyakit de Quervain’s. Pasien membuat kepalan dengan ibu jari ditekuk di dalam keempat jari lainnya. Pasien kemudian mendeviasikan (tulang) metacarpal pertama ke arah ulnar dan memanjangkan sendi proksimal ibu jari (yakni dengan menekuk kepalan tangan kearah ulnar) . Jika pasien mengalami rasa sakit, maka dikatakan sebagai hasil tes positif.

Froment’s sign: Sebuah tes yang dirancang untuk menentukan adanya kelemahan otot adduktor policis karena kelumpuhan nervus ulnaris. Pasien diminta untuk memegang selembar kertas memakai ujung ibu jari dan sisi radial jari telunjuk. Hasil uji positif jika saat penguji menarik kertas dari pegangan pasien maka phalang terminal ibu jari pasien akan terfleksikan atau jika sendi MCP di ibu jari menjadi sangat memanjang (Jeanne’s sign).

 

gambar: http://img.medscape.com/fullsize/migrated/408/540/mos5854.01.fig21.jpg

Intrinsic-plus test: Sebuah tes yang dirancang untuk mengidentifikasi pemendekan otot-otot intrinsik tangan. Tes ini menjadi spesifik pada tangan pasien dengan rheumatoid arthritis, terutama pada tahap awal sebelum ada kerusakan atau cacat pada tangan. Pada tes ini, sendi MCP jari yang sedang diuji di hiperekstensi-kan. Maka sendi jari di tengah dan distal akan menjadi sedikit fleksi akibat tarikan pasif jaringan. Pemeriksa kemudian mencoba untuk memflexikan sendi PIP jari tersebut. Jika terdapat hambatan dalam memfleksikan jari tersebut maka dianggap sebagai tanda positif.

gambar: http://www.orthobullets.com/upload/question/624/images/238%20example%20illustration.jpg

Jeanne’s sign: Lihat Froment’s sign.

gambar: http://www.maitrise-orthop.com/photos/165/chaise3_pbellemere2_chabaud_technique_843/fig8chaise2.jpg

Phalen’s test (fleksi pergelangan tangan): Sebuah tes yang dirancang untuk menentukan adanya carpal tunnel syndrome. pergelangan tangan pasien difleksikan maksimal oleh pemeriksa, kemudian pasien mempertahankan posisi ini dengan menahan satu pergelangan tangan dengan pergelangan tangan yang lain selama 1 menit. Hasil uji positif jika terdapat parestesia di ibu jari, jari telunjuk, dan ½ lateral jari manis.

Tight retinacular ligament test: Sebuah tes yang dirancang untuk menentukan adanya pemendekan ligamen retinacular atau adanya ikatan pada kapsul sendi interphalangeal distal (DIP). Pemeriksa memegang sendi PIP pasien dalam posisi ekstensi penuh sembari memfleksikan sendi DIP. Jika sendi DIP tidak dapat difleksikan, maka tes dianggap positif (baik disebabkan karena kontraktur ligamen collateral atau kontraktur kapsul sendi). Untuk membedakannya, sendi PIP difleksikan dan jika sendi DIP dapat difleksikan dengan mudah maka kapsul sendi dianggap normal.

 

Tinel’s sign: Sebuah tes yang dirancang untuk mendeteksi carpal tunnel syndrome. Pemeriksa mengetuk diatas terowongan carpal di pergelangan tangan. Hasil uji positif jika pasien merasakan paresthesia di distal dari pergelangan tangan.

gambar: http://i.ytimg.com/vi/QWrOqGL-N7M/0.jpg

Wrist flexion test: Lihat tes Phalen.

4 Tanggapan

  1. bagus2, walaupun di neuro kemarin jarang ditanya tentang tes2 di tangan.

    • kita ketemu pasien neuro bukan hanya di bangsal neuro pas koass din…, di luar sana adalah ujian kamu sesungguhnya dimana tidak ada penguji tidak ada pembimbing tidak ada pengawas atau kisi-kisi…, yang ada kau-pasien-harapan dan keluhan mereka…so what is the most important thing for us to treat them…drugs…?? no.., it is diagnosis, diagnosis, diagnosis..be a real doctor…not the drugs seller..:)

  2. ada pemeriksaan khusus yg laen gag ?

    • pemeriksaan yang lain seingat saya masih ada…ini yang akrab digunakan dokter umum saja…, nah…buku nya itu sekarang saya masih lupa judulnya apa…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: