• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    November 2011
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

Highlights from the 22nd Great Wall International Congress of Cardiology and Asia Pacific Heart Congress (GW-ICC)

Diperlukan tindakan pencegahan untuk mengurangi CVD di Cina

Sebuah diskusi ahli kardiologi yang dipimpin oleh Profesor Hu Dayi, Presiden International Congress of Cardiology and Asia Pacific Heart Congress (GW-ICC), menekankan upaya pencegahan sebagai strategi terbaik untuk mengatasi penyakit jantung di Cina. “Tantangan sebenarnya adalah: lakukanlah dan bertindak sekarang” kata Hu. Dia mencatat bahwa peningkatan kebijakan kesehatan seputar faktor-faktor risiko modifiable ditambah pengetahuan yang luas tentang pencegahan dan pengobatan akan cukup untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskuler (CVD). Berhenti merokok dan mengurangi asupan garam harus diutamakan untuk perbaikan kesehatan jantung, para panelis mengatakan, selain diet, olahraga dan edukasi pasien juga penting.

Presiden AHA melihat adanya peluang bagi Asia untuk mengatasi penyakit jantung

China dan negara-negara lain di Asia dapat menghindari penyakit jantung parah yang terlihat di belahan dunia lain, khususnya Amerika Serikat, jika Negara Negara tersebut memberlakukan langkah-langkah pencegahan segera. “Kita telah mengalami perubahan dalam perilaku populasi dan adanya urbanisasi dari populasi kita…, mungkin tidak baik dan kita juga telah belajar selama perubahan itu” kata Dr Gordon Tomaselli, presiden dari American Heart Association (AHA ). “Terdapat kesempatan [di Asia] untuk mengembangkan alur yang baik dari sudut pandang kesehatan populasi.” Negara-negara berkembang menunjukkan tren penyakit jantung seperti di AS karena gaya hidup yang kebarat-baratan atau “urban lifestyle” yang berefek pada tekanan darah, gula darah dan kolesterol.

Merokok merupakan penyebab utama penyakit tidak menular di Asia Pasifik

Penggunaan tembakau di kawasan Asia Pasifik lebih besar daripada di negara maju dan mungkin merupakan kontributor utama terhadap meningkatnya insiden penyakit tidak menular seperti penyakit jantung. Sedangkan prevalensi faktor risiko penyakit jantung lainnya, antara lain kurangnya aktivitas fisik, gula darah tinggi dan obesitas jauh lebih rendah di negara-negara Asia Pasifik dibandingkan dengan negara-negara maju. Kecenderungan ini terutama terlihat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

MRI Jantung merupakan alat diagnostik yang lebih baik daripada angiografi invasif

Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung lebih aman dan lebih akurat daripada angiografi koroner dalam mendiagnosis penyakit arteri koroner (CAD), menurut ahli jantung Singapura. Meskipun saat ini angiografi merupakan gold standard, namun konsultan kardiolog dan direktur medis Singapore Heart, Stroke and Cancer Centre, Dr Michael Lim mengatakan angiografi koroner invasif memiliki nilai diagnostik rendah. Dalam sebuah studi terhadap hampir 400.000 pasien yang menjalani prosedur elektif, hanya 37,6 persen dari mereka ditemukan memiliki CAD obstruktif pada kateterisasi. [N Engl J Med 2010; 362:886-895]. Sebagai perbandingan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung generasi baru memberikan stratifikasi faktor risiko yang lebih baik, antara lain dengan identifikasi plak berisiko tinggi, jaringan parut pada otot jantung, otot jantung abnormal dan susunannya dan scan perfusi, tanpa disertai risiko baik stroke atau kematian, Lim mengatakan.

Alternatif baru pemberian warfarin untuk AF: Dapatkah diberikan?

Keputusan klinis pada apakah akan menggunakan alternatif baru tersedia untuk warfarin pada pasien dengan atrial fibrilasi (AF) tergantung pada dokter, kata seorang ahli jantung terkemuka. “Karena adanya guidelines, alternatif pengobatan untuk AF tetap sangat mirip” kata Dr Ng Kheng Siang, konsultan kardiolog di Gleneagles Medical Centre, Singapura. “biasanya, pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan pada pasien dengan AF? Biasanya, jika kita memilih untuk memberikan antikoagulan, kita dapat menggunakan warfarin. Tapi warfarin meningkatkan risiko perdarahan. Ia juga merupakan obat yang memiliki jendela terapeutik yang sempit, disertai adanya interaksi obat dan makanan dan eliminasi waktu paruh yang panjang” Obat baru untuk AF sudah berada di pelupuk mata, tapi masih harus dilihat apakah obat ini dapat diberikan, seperti yang dijanjikan, Ng menambahkan.

diterjemahkan bebas dari:
Highlights from the 22nd Great Wall International Congress of Cardiology and Asia Pacific Heart Congress (GW-ICC)
http://mims.com/Indonesia/CustomContent/HTML/Highlights%20from%20the%20GW-ICC%202011?format=master&token=rnp4v0BfyQa5o3iSS1Uv5Ry6TWCP4H8SXzFN8QDJQWvspgHFYCA8hAPu41olpOmWfkcvvSiZzT22a0d3GYU2xSSPoXPNDlP41hACAG2Lfcsh%2feJINeXGkFhN9QvvdwmJeEM1JDZDrruTrWQRIr54mUJ%2fb6rvEUQt9h98xvqAmilJWgoiEyKMzt3wkcABtDzEYZfYOE7ahp0JPVqPAIoJfg%3d%3d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: