• ...learn how to express correctly...

  • Tanggalan

    Maret 2012
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Kategori

  • Tweeted

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Arsip

“Diet tinggi serat dan peningkatan frekuensi buang air besar ternyata berhubungan dengan peningkatan resiko divertikulosis”

Rangkuman: resiko divertikulosis menjadi lebih besar pada kelompok dengan diet tinggi serat dan peningkatan frekuensi buang air besar, tapi tidak meningkat pada kelompok dengan inaktifitas fisik dan asupan lemak ataupun daging merah. penulis merekomendasikan evaluasi ulang hipotesis faktor resiko divertikulosis.

Dasar Penelitian: Diet rendah serat mungkin menjadi faktor resiko divertikulosis yang asimtomatik; namun, hingga sekarang belum ada bukti yang cukup untuk mendukung hipotesis ini. penulis menilai akibat dari diet rendah serat dan tinggi lemak, termasuk konsumsi daging merah dalam jumlah besar, termasuk juga kurangnya aktifitas fisik sebagai resiko divertikulosis asimtomatik.

Penelitian: dilakukan penelitian cross-sectional dengan melibatkan 2,104 pasien (berusia 30-80 tahun) yang telah menjalani kolonoskopi antara tahun 1998-2010. pasien diwawancarai mengenai diet mereka, pola buang air besar, aktifitas fisik dan aspek lain termasuk gaya hidup. Outcome primer berupa asosiasi antara diet, latihan dan divertikulosis.

Hasil: Setelah penyesuaian faktor perancu, didapatkan bahwa diet tinggi serat berasosiasi dengan peningkatan, bukan penurunan, prevalensi divertikulosis (prevalence ratio [PR] = 1.30; 95% confidence interval [CI], 1.13-1.50). pasien dengan pembuangan lebih dari 15 kali perminggu lebih cenderung mengalami divertikulosis (PR = 1.70; 95% CI, 1.24-2.34) dibandingkan dengan mereka yang hanya kurang dari 7 kali perminggu. tidak ditemukan asosiasi antara divertikulosis dan konstipasi, kurangnya aktifitas fisik, asupan lemak maupun daging merah.

Diterjemahkan dari:
A high-fiber diet and increased frequency of bowel movements were unexpectedly linked with an increased risk of diverticulosis
March 09, 2012. skyscape medical alert.
Sumber Peery AF, Barrett PR, Park D, Rogers AJ, Galanko JA, Martin CF, Sandler RS. A high-fiber diet does not protect against asymptomatic diverticulosis. Gastroenterology. 2012 Feb;142(2):266-272.e1.

Satu Tanggapan

  1. Belum bisa meyakinkan saya penelitiannya,bukankah sebaliknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: